
KUTIPAN – Suasana tenang di Komplek Perumahan Gladiola, Kelurahan Tebing, seketika berubah mencekam pada Selasa (14/4/2026) pagi. Sebuah pusaran angin puting beliung menghantam permukiman tersebut dengan kecepatan tinggi sekitar pukul 10.15 WIB, bahkan sebelum hujan turun. Namun, di tengah sisa trauma dan puing bangunan, semangat kebersamaan warga justru menguat.
Menanggapi musibah tersebut, warga Perumahan Gladiola 1 bergerak cepat melakukan aksi gotong royong bersama personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karimun. Aksi ini difokuskan pada pembongkaran dan pembersihan sisa-sisa kanopi teras rumah warga yang hancur agar tidak membahayakan keselamatan.
Gotong royong ini terlaksana atas inisiasi Ketua Perumahan Gladiola 1, Munandar, yang mengajak warganya untuk turun tangan membantu sesama penghuni yang terdampak. Berdasarkan inventarisasi di lapangan, kerusakan di Gladiola 1 terkonsentrasi pada dua hunian spesifik.
“Terdapat dua rumah warga di Perumahan Gladiola 1 yang terkena dampak akibat bencana angin puting beliung yang terjadi pagi tadi, yakni Blok A15 dan A16. Keduanya mengalami rusak parah di bagian kanopi teras,” ujar Munandar di sela-sela kegiatan.
Munandar juga menyampaikan apresiasinya atas kepedulian warga yang bersedia meluangkan waktu untuk bekerja bakti secara maraton guna mencegah risiko bahaya dari material yang berpotensi roboh.
“Terima kasih kepada warga Gladiola 1 yang turut hadir membantu proses pembongkaran puing-puing kanopi. Semoga kekompakan ini selalu terjalin di antara kita semua,” pungkasnya.
BPBD Karimun melaporkan bahwa dampak terjangan angin puting beliung ini terkonsentrasi di Perumahan Gladiola 1 dan 3. Secara keseluruhan, tercatat 11 rumah mengalami kerusakan, dengan rincian 5 unit rusak pada bagian teras dan 6 unit mengalami rusak berat pada bagian atap dapur.
Meskipun kerugian materiil ditaksir mencapai puluhan juta rupiah, dipastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.
(Ami)




