
KUTIPAN – Produk perikanan lokal menjadi daya tarik tersendiri dalam kegiatan pasar murah yang digelar Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Lingga di Lapangan Hang Tuah, Kelurahan Daik, Rabu (1/4/2026).
Tak hanya menyediakan bahan pokok seperti beras, telur, minyak goreng dan gula, pasar murah ini juga menghadirkan berbagai hasil perikanan unggulan daerah yang langsung diserbu warga.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lingga, Sutarman, mengatakan keterlibatan produk perikanan dalam pasar murah ini merupakan bentuk sinergi lintas sektor dalam mendukung ketersediaan pangan berbasis potensi daerah.
“Pelibatan produk perikanan ini bagian dari koordinasi antarinstansi agar distribusi pangan lokal bisa langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan ini sekaligus menjadi wadah bagi pelaku pembudidaya dan pengolah hasil laut untuk memperkenalkan produk mereka secara langsung kepada masyarakat.

Sementara itu, Kepala Bidang Budidaya Dinas Perikanan Lingga menjelaskan bahwa produk yang dipasarkan berasal dari program ketahanan pangan Desa Panggak Laut.
Produk tersebut dijual dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar, bahkan setara harga tambak, agar dapat dijangkau oleh masyarakat luas.
“Produk perikanan ini sifatnya pendukung. Fokus utamanya tetap komoditas pokok yang ada di poster, namun kami menyediakan hasil budidaya desa untuk melengkapi kebutuhan protein warga,” ungkapnya.
Antusiasme masyarakat terlihat dari ramainya antrean sejak pagi hari. Produk perikanan seperti udang vannamei bahkan menjadi primadona dan ludes dalam waktu singkat.
Berdasarkan data di lapangan, sebanyak 50 kilogram udang vannamei habis terjual hanya dalam hitungan waktu singkat.

Selain udang, warga juga berburu berbagai produk lainnya seperti ikan asin, ikan bilis, gonggong, ikan nila dan lele berbumbu, hingga kerupuk olahan hasil laut.
Perwakilan Bank Indonesia dalam kesempatan tersebut menyoroti besarnya potensi produk olahan perikanan Lingga untuk menyuplai pasar yang lebih luas, khususnya Kota Batam.
Namun demikian, pelaku usaha diingatkan untuk menjaga kualitas dan kuantitas produksi agar mampu memenuhi permintaan pasar secara konsisten.
Kegiatan pasar murah ini tidak hanya membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga terjangkau, tetapi juga memperkuat posisi produk lokal sebagai bagian penting dalam ketahanan pangan daerah.




