
KUTIPAN – Bencana angin puting beliung menerjang kawasan Pasir Kuning RT 01 RW 02, Desa Tanjung Harapan, Kabupaten Lingga, pada Senin (6/4/2026). Peristiwa tersebut menyebabkan sejumlah bangunan rusak, termasuk rumah warga hingga fasilitas umum.
Pemerintah Desa Tanjung Harapan langsung bergerak cepat dengan menyalurkan bantuan paket sembako kepada warga terdampak, Selasa (7/4/2026).
Kepala Desa Tanjung Harapan, Irwansyah, mengatakan pihaknya tidak tinggal diam melihat kondisi warganya yang tertimpa musibah.
“Alhamdulillah, penyerahan bantuan sembako untuk yang tertimpa musibah, kami dari pemerintah desa tidak tinggal diam terhadap warga kami yang tertimpa musibah,” ujar Irwansyah usai menyerahkan bantuan di rumah korban.
Ia menjelaskan, berdasarkan pendataan di lapangan, terdapat empat bangunan yang terdampak akibat angin puting beliung tersebut.
“Setelah kami data dan cek di lapangan itu ada 4 bangunan yang kena angin puting beliung, dua rumah warga, satu posyandu desa, dan satu lagi tempat usaha,” jelasnya.
Irwansyah juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah melaporkan kejadian tersebut kepada Pemerintah Kabupaten Lingga, Dinas Sosial, serta BPBD.
“Ini juga sudah kita laporkan pada Pemda Lingga, Dinsos dan BPBD. Tanggap dari Pemda sangat baik, laporan sudah kita masukkan. Insya Allah besok atau lusa kami sudah dapat menerima bantuan dari Dinsos,” katanya.
Selain itu, pihak desa juga tengah mengajukan proposal bantuan kepada BPBD untuk perbaikan rumah warga yang mengalami kerusakan.

“Untuk dari BPBD kita lagi mengajukan proposal terhadap kerusakan rumah yang tertimpa musibah,” tambahnya.
Ia berharap Pemerintah Daerah Lingga dapat memberikan perhatian lebih kepada warga yang terdampak, sekaligus mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap kondisi cuaca yang tidak menentu.
“Besar harapan kami Pemda Lingga dapat memperhatikan warga kami yang tertimpa musibah, dan kami berharap pada warga tetap waspada terhadap cuaca yang kurang bersahabat,” tuturnya.
Sementara itu, salah satu warga terdampak, Hamidi, menceritakan detik-detik saat angin kencang melanda rumahnya pada Senin 6 April 2026 sekira pukul 01.30 WIB.
“Saking kuatnya angin, pondok dekat rumah berpindah diangkat angin. Seng bertaburan dari halaman sampai ke depan rumah tetangga,” ungkap Hamidi kepada media ini.
Ia juga menyebut pohon mangga yang berada di sekitar rumahnya tumbang akibat terpaan angin.
“Pohon mempelam tumbang, seng nyangkut di pohon pelam,” katanya.
Pada saat kejadian itu, atap rumah Hamidi terbongkar dan berserakan bahkan papan dinding rumahnya ikut terkoyak. Menunggu pagi, Hamidi dan istrinya tidak tidur dan berteduh di dapur.
“Tak tidur dari jam 1.30 sampai pagi, kami duduk di dapur. Papan rumah ikut koyak,” ujarnya.
Saat ini, kondisi rumah Hamidi, tanpa atap, atap yang tersisa hanya bagian dapur dan ruang tamu belakang. Ia dan istrinya terpaksa beristirahat di bagian belakang rumah yang dianggap lebih aman.
“Saat ini tidur di ruang tamu belakang,” tuturnya.(Dito)




