
KUTIPAN – Peringatan Hari Bumi 2026 dimaknai secara berbeda oleh Komunitas Semangat Lingga Mengejar Asa (SELASA) Lingga. Alih-alih sekadar seremoni, komunitas ini menggelar lomba video reels bertema “Our Power, Our Planet” sebagai medium edukasi lingkungan berbasis kreativitas digital.
Kegiatan yang menyasar pelajar tingkat SMP hingga SMA se-Provinsi Kepulauan Riau ini menunjukkan bagaimana isu lingkungan mulai diartikulasikan melalui format yang dekat dengan keseharian generasi muda, yakni konten media sosial berbasis video singkat.
Lomba berlangsung secara virtual sejak 15 April hingga puncak pengumuman pemenang pada 22 April 2026. Dalam rentang waktu tersebut, tercatat sembilan tim berpartisipasi dengan mengangkat enam subtema yang telah ditentukan panitia.
Partisipasi ini, meski secara kuantitas relatif terbatas, mencerminkan adanya ruang eksplorasi ide di kalangan pelajar untuk mengemas isu lingkungan menjadi narasi visual yang komunikatif.
Dalam proses kurasi, panitia melibatkan empat juri dengan latar belakang di bidang kreatif dan multimedia. Penilaian tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga kedalaman pesan dan kekuatan narasi dalam menyampaikan isu lingkungan.
Hasil penilaian menunjukkan karya-karya peserta mampu menghadirkan perspektif yang beragam terkait relasi manusia dan lingkungan.
Juara pertama diraih Karra Vierce Rahmadani bersama Fakhrinovan Hidayat dari SMAN 1 Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, dengan nilai 9,07.
Posisi kedua ditempati Feby Firliana dari SMAN 1 Singkep bersama Khansa Faiqa Elmina dengan nilai 8,47.
Sementara itu, juara ketiga diraih Laiqa Mizwa Nabawiya dari SMAN 1 Lingga dengan nilai 8,39.
Founder SELASA Lingga, Apriyanto, menyatakan bahwa lomba ini dirancang tidak semata sebagai kompetisi, melainkan sebagai bagian dari strategi membangun kesadaran ekologis di kalangan generasi muda.
“Melalui media video reels yang dekat dengan keseharian anak muda, kami ingin menyampaikan pesan bahwa perubahan bisa dimulai dari hal kecil dan dari diri sendiri,” kata Apriyanto, Kamis (23/4/2026).
Menurutnya, pendekatan berbasis media digital menjadi relevan karena memungkinkan pesan lingkungan disampaikan secara lebih kontekstual dan mudah diterima.
Selain itu, kegiatan ini juga berfungsi sebagai ruang pembelajaran informal bagi peserta dalam memproduksi konten yang tidak hanya estetis, tetapi juga memiliki bobot pesan sosial.
Ke depan, SELASA Lingga berencana melanjutkan inisiatif ini melalui kegiatan lapangan berupa kunjungan ke sejumlah pulau di Kabupaten Lingga. Salah satu lokasi yang direncanakan adalah Pulau Berhala pada Juli mendatang.
Agenda tersebut diarahkan untuk mempertemukan pengalaman digital dengan realitas ekologis di lapangan, khususnya terkait ekosistem pesisir dan kepulauan.
Di tengah keterbatasan pendanaan yang bersumber dari swadaya dan kolaborasi, kegiatan ini menunjukkan bahwa inisiatif komunitas tetap dapat berkontribusi dalam mendorong kesadaran lingkungan.
SELASA Lingga berharap peringatan Hari Bumi tidak berhenti sebagai agenda simbolik tahunan, melainkan menjadi titik awal perubahan perilaku, terutama di kalangan generasi muda.
Sebagai catatan, karya video reels para pemenang dapat diakses melalui akun Instagram resmi @selasa_lingga.
Laporan: Dito Editor: Fikri




