
KUTIPAN – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi menutup Program Pemagangan Nasional Batch I yang diikuti sebanyak 16.112 peserta. Program ini berlangsung sejak Oktober 2025 hingga April 2026 dan ditutup dalam acara resmi di Jakarta, Jumat (24/4/2026).
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan bahwa program pemagangan menjadi bagian penting dalam strategi peningkatan kualitas tenaga kerja nasional. Menurutnya, program ini tidak hanya memberikan pengalaman kerja, tetapi juga membangun kesiapan kerja berbasis keterampilan.
“Program pemagangan bukan sekadar pengalaman kerja, tetapi menjadi langkah konkret membangun kompetensi tenaga kerja yang siap bersaing di dunia industri,” ujar Yassierli dalam keterangannya diterima kutipan.co pada Jumat (24/4/2026).
Sertifikasi Kompetensi Jadi Tahap Lanjutan
Setelah menyelesaikan program, para peserta akan melanjutkan ke tahap sertifikasi kompetensi. Sertifikasi ini menjadi bentuk pengakuan resmi atas keterampilan yang telah mereka peroleh selama mengikuti pemagangan.
“Kami mengajak adik-adik peserta untuk memanfaatkan kesempatan ini karena sertifikasi kompetensi diberikan secara gratis sebagai pengakuan atas keterampilan yang dimiliki,” kata Yassierli.
Ia juga mengingatkan peserta untuk mempersiapkan diri dengan baik sebelum mengikuti uji kompetensi. Ujian tersebut akan dilaksanakan di balai pelatihan Kemnaker maupun melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang bermitra dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Evaluasi: Pemerataan dan Perluasan Program
Berdasarkan hasil evaluasi Program Pemagangan Nasional Batch I, Kemnaker menyoroti pentingnya pemerataan pelaksanaan program. Selama ini, program masih cenderung terpusat di Pulau Jawa.
Ke depan, Kemnaker akan memperluas pelaksanaan program ke berbagai wilayah di Indonesia agar kesempatan lebih merata bagi putra-putri daerah.
Selain itu, program juga akan dibuka untuk seluruh program studi, tidak lagi terbatas pada jurusan tertentu.
“Ke depan, kami ingin program ini bisa diakses lebih luas oleh berbagai latar belakang pendidikan,” jelas Yassierli.
Keterlibatan Perusahaan Akan Diperkuat
Kemnaker juga tengah mengkaji penguatan keterlibatan perusahaan dalam program pemagangan. Salah satu langkahnya adalah menyusun skema kontribusi yang lebih terstruktur untuk mendukung pembinaan peserta.
Menurut Yassierli, sejumlah perusahaan telah menunjukkan praktik terbaik dalam program ini, seperti pemberian proyek kerja nyata, evaluasi berkala, hingga pendampingan langsung kepada peserta.
“Tahun ini fokusnya memberikan pengalaman kerja. Ke depan, kami ingin tidak hanya pengalaman kerja, tetapi juga memastikan peserta memiliki sertifikat kompetensi dan peluang lebih besar untuk diserap oleh industri,” ujarnya.
Integrasi Platform SiapKerja dan KarirHub
Sebagai tindak lanjut, Kemnaker terus memperkuat ekosistem ketenagakerjaan melalui platform SiapKerja, termasuk fitur KarirHub yang menyediakan informasi lowongan kerja dari berbagai sektor.
“Kami terus mengintegrasikan SiapKerja dengan portal-portal swasta agar seluruh lowongan kerja, baik di dalam maupun luar negeri, dapat terkonsolidasi dalam satu platform,” kata Yassierli.
Ia juga mendorong para peserta untuk memanfaatkan KarirHub sebagai sarana mencari peluang kerja, sekaligus mengajak perusahaan untuk lebih aktif membuka lowongan.
Apresiasi untuk Mitra dan Mentor
Di akhir kegiatan, Yassierli menyampaikan apresiasi kepada seluruh perusahaan mitra dan mentor yang telah berkontribusi dalam menyukseskan Program Pemagangan Nasional Batch I.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, industri, dan lembaga pelatihan menjadi kunci utama dalam menciptakan tenaga kerja yang kompeten dan siap menghadapi tantangan dunia kerja.***
Laporan: Erika Editor: Husni




