
KUTIPAN – Sejumlah petani lokal di Kecamatan Singkep dan Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, kini merasakan dampak positif setelah hasil panen mereka dibeli langsung oleh dapur MBG Yayasan Berkah Menjulang Abadi.
Suhaidi, seorang petani asal Medan yang telah enam tahun menetap di Lingga, merasakan langsung perubahan tersebut. Ia mengelola kebun dengan memanfaatkan lahan miliknya sendiri di sekitar rumahnya di Desa Sungai Raya, Kecamatan Singkep Barat.
Sejak lama, Suhaidi sudah bercocok tanam untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, sebelum menjadi pemasok dapur MBG, ia harus menjual hasil panennya ke pasar di Dabo Singkep yang jaraknya cukup jauh dari kebunnya.
“Alhamdulillah tanah sendiri dan sudah lama berkebun,” kata Suhaidi saat ditemui di kebunnya pada Minggu (26/4/2026).
Ia mengaku dulu harus mengeluarkan biaya tambahan untuk menjual sayur ke pasar.
“Dulu harus ke pasar, keluar biaya minyak motor karena jarak kebun lumayan jauh. Sekarang tinggal panen, mereka yang datang ambil langsung dan dibayar,” ungkapnya.
Kondisi ini membuat Suhaidi merasa terbantu. Bahkan kini ia mulai memperluas kebunnya dan fokus menanam sayuran seperti kacang panjang.

Tak hanya Suhaidi, petani lain di wilayah Air Salak, Batu Kacang, yakni Irwansyah, juga merasakan manfaat serupa. Dari kebunnya, dapur MBG rutin membeli sayur seperti jagung dan kacang panjang.
“Alhamdulillah sayur sudah langganan dengan MBG, jadi tak perlu repot antar ke pengepul atau takut sayur tak laku,” ujar Irwansyah.
Hal senada disampaikan Masudi, petani timun di Desa Batu Kacang. Ia mengaku bersyukur karena hasil panennya kini langsung dibeli dari kebun.
“Kalau dijual ke pengepul harganya sama saja, tapi kalau dapur MBG mereka langsung ambil ke kebun kami. Jadi lebih mudah,” katanya.

Sementara itu, Kepala SPPG Yayasan Berkah Menjulang Abadi, Arvina Julita, menjelaskan bahwa saat ini dapur MBG melayani ribuan penerima manfaat.
“Jumlah penerima manfaat sebanyak 2.379 orang, dengan kebutuhan sayur sekitar 170 kilogram setiap hari,” jelas Arvina.

Ia menambahkan, berbagai jenis sayur yang dibeli dari petani lokal di antaranya buncis, kacang panjang, sawi, timun, dan jagung. Menu sayur disajikan setiap hari dengan variasi berbeda.
Untuk bahan lainnya seperti beras, minyak goreng, tepung, ayam, telur, dan buah, pihaknya masih berbelanja di pasar tradisional Dabo Singkep.
“Kalau untuk bahan makanan yang ada pelaku lokalnya kami beli langsung ke pelakunya, yang tidak ada baru kami belanja di pasar,” pungkasnya.
Laporan: Dito Editor: Fikri




