
KUTIPAN – Seorang warga Bukit Timah, Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, bernama Edward menulis surat terbuka kepada Presiden Republik Indonesia. Surat tersebut berisi berbagai keluhan sekaligus harapan masyarakat terkait kondisi daerah, mulai dari investasi hingga persoalan tambang rakyat.
Edward mengungkapkan, surat itu ia tulis secara langsung menggunakan tulisan tangan pada November 2025 dan dikirim melalui kantor pos.
“Saya tulis surat itu dengan tulisan tangan, surat itu saya buat pada bulan November 2025, lalu saya kirim lewat kantor pos. Biayanya sekitar Rp80 ribu,” ujar Edward kepada kutipan.co di kediamannya, Jumat (28/3/2026).
Dalam surat tersebut, Edward menyoroti rencana investasi perusahaan Tianshan yang disebut-sebut akan menyerap ribuan tenaga kerja. Ia berharap proyek tersebut dapat segera terealisasi di Dabo Singkep guna membuka peluang kerja bagi masyarakat setempat.
“Perusahaan Tianshan membutuhkan tenaga kerja sekitar 6.000 orang, sementara yang sudah mendaftar hampir 1.300 orang. Besar harapan kami agar bisa segera beroperasi di Dabo Singkep,” tulis Edward dalam suratnya.
Selain investasi, Edward juga menyinggung kondisi pekerja tambang timah rakyat yang saat ini tidak dapat beraktivitas akibat belum adanya izin resmi dari pemerintah pusat.
“Pada saat ini beberapa warga di Dabo Singkep lagi memperjuangkan nasib pekerja tambang timah rakyat yang sampai saat ini sudah tidak bisa bekerja karena belum adanya izin resmi dari pemerintah pusat,” tulisnya.
Ia berharap pemerintah segera memberikan kepastian hukum terkait izin tambang rakyat agar masyarakat bisa kembali bekerja dan memenuhi kebutuhan hidup.

Tak hanya itu, Edward turut menyoroti penanganan dugaan kasus korupsi di Kabupaten Lingga yang menurutnya belum menunjukkan kejelasan.
“Ada beberapa kasus dugaan korupsi tidak jelas dan tidak transparan serta tidak ada titik terang penyelesaiannya sampai saat ini,” tulis Edward.
Dalam suratnya, Edward juga mengingatkan bahwa masyarakat Lingga sebelumnya memberikan dukungan besar kepada Presiden dalam pemilihan umum.
“Tidak salah sekitar 60 persen masyarakat Lingga memilih Bapak,” tulisnya.
Meski demikian, Edward menegaskan bahwa dirinya hanya warga biasa yang ingin menyampaikan aspirasi.
“Saya adalah masyarakat biasa, bukan ahli untuk menulis dan merangkai kata-kata,” ujarnya.
Ia berharap Presiden dapat memberikan perhatian terhadap kondisi masyarakat Lingga, bahkan berkenan berkunjung langsung ke Dabo Singkep.
“Kami sangat berharap Bapak Presiden berkenan datang ke kampung kami di Dabo Singkep,” tulis Edward.
Hingga berita ini diturunkan, Edward mengaku belum menerima balasan maupun respons dari pemerintah pusat atas surat yang telah dikirimkannya.
“Tentu saya berharap surat saya dapat balasan atau respon, dalam surat yang saya kirim lewat kantor pos itu lengkap ada KTP dan nomor telpon saya,” ungkap Edward.




