
KUTIPAN – Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Dabo Singkep terus berupaya meningkatkan keterampilan warga binaan melalui berbagai program pembinaan produktif. Kali ini, Lapas Dabo Singkep menggandeng Politeknik Lingga.
Kepala Lapas Kelas III Dabo Singkep, Yusrifa Arif mengungkapkan dalam kegiatan penyuluhan sistem akuaponik yang menghadirkan pemateri Tina Purnamasari, S.Pi., M.Si. dari Politeknik Lingga. Materi yang diberikan kata Kalapas, sangat bermanfaat, khususnya dalam mendukung program ketahanan pangan dan kemandirian warga binaan.
“Dalam paparan materi yang diberikan menjelaskan konsep dasar sistem akuaponik, yaitu metode budidaya terpadu antara perikanan dan pertanian yang ramah lingkungan, efisien dalam penggunaan air, serta berpotensi menjadi solusi ketahanan pangan berkelanjutan,” ungkap Yusrifa pada Selasa (24/2/2026).
Kegiatan tersebut diikuti oleh pejabat struktural lapas, pegawai, peserta magang, serta warga binaan. Menurut Kalapas, suasana kegiatan terlihat penuh antusiasme, terutama saat sesi pemaparan materi dan diskusi berlangsung.
Para peserta tidak hanya memperoleh pemahaman secara teoritis, namun juga mendapatkan wawasan praktis mengenai peluang penerapan sistem akuaponik di lingkungan terbatas seperti Lapas.
“Para peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman teoritis, tetapi juga wawasan praktis mengenai peluang penerapan akuaponik di lingkungan terbatas seperti lapas,” lanjutnya.
Yurifa menambahkan, program ini menjadi salah satu bentuk komitmen Lapas Dabo Singkep dalam menghadirkan pembinaan yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga produktif dan aplikatif. Dengan sistem akuaponik, warga binaan diharapkan mampu memahami konsep pertanian modern yang hemat air, ramah lingkungan, dan bernilai ekonomi.
Ke depan, pelatihan serupa direncanakan akan terus dikembangkan guna memperkuat keterampilan warga binaan, sehingga mereka memiliki bekal yang cukup untuk kembali ke masyarakat dengan kemampuan yang lebih mandiri.
Sementara itu, pemateri Tina Purnamasari berharap ilmu yang diberikan dapat menjadi bekal keterampilan bagi warga binaan setelah menjalani masa pembinaan.
“Melalui kegiatan ini, Politeknik Lingga berharap pengetahuan yang diberikan dapat menjadi bekal keterampilan bagi warga binaan, sekaligus mendorong kemandirian pangan dan peningkatan kualitas hidup,” ujar Tina.
Ia menambahkan, sinergi antara dunia pendidikan dan lembaga pemasyarakatan merupakan langkah strategis dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan.
“Sinergi antara dunia pendidikan dan lembaga pemasyarakatan ini diharapkan terus berlanjut sebagai upaya nyata mendukung pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan,” tambahnya.(Dito)




