
KUTIPAN – Kerusakan rambu suar di kawasan masuk Pelabuhan Perintis Serasan menjadi perhatian serius Pemerintah Desa Tanjung Setelung, Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna. Rambu navigasi tersebut dilaporkan telah patah sejak beberapa tahun terakhir, diduga akibat terjangan angin kencang dan gelombang laut.
Kepala Desa Tanjung Setelung, Debi Irwandi, menyampaikan bahwa keberadaan rambu suar tersebut sangat vital sebagai penunjuk jalur keluar masuk kapal, khususnya kapal milik PT Pelni dan Kapal Bahtera Nusantara 01 milik ASDP yang melayani transportasi laut masyarakat di wilayah tersebut.
“Rambu suar itu sudah lama patah, kemungkinan akibat angin dan gelombang. Padahal keberadaannya sangat penting untuk memandu kapal yang masuk dan keluar pelabuhan,” ujarnya. Selasa, (05/05).
Menurutnya, kondisi rambu yang rusak itu telah berdampak pada keselamatan pelayaran. Bahkan, dalam beberapa kejadian, kapal dilaporkan sempat menabrak karang di sekitar lokasi rambu akibat tidak adanya penanda yang jelas.
“Ketika rambu dalam kondisi rusak, kapal kesulitan saat keluar masuk. Bahkan sempat beberapa kali kapal menabrak karang di sekitar titik tersebut,” tambahnya.
Pemerintah desa, lanjut Debi, telah beberapa kali menyampaikan kondisi tersebut kepada pemerintah daerah. Namun hingga saat ini belum ada penanganan, mengingat kewenangan pengelolaan rambu suar berada di instansi lain.
Pihaknya berharap agar instansi terkait segera mengambil langkah perbaikan guna menghindari risiko yang lebih besar terhadap keselamatan pelayaran, serta mendukung kelancaran aktivitas transportasi laut di wilayah Serasan.
“Kami sudah pernah menyampaikan ke pemerintah daerah, namun terkendala kewenangan karena bukan ranah mereka,” pungkasnya. (Zal).




