
KUTIPAN – Warga di wilayah Setajam, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau digegerkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan di belakang rumah kontrakan, pada Selasa (28/4/2026). Lokasi penemuan diketahui tidak jauh dari SMA Negeri 2 Singkep, Kecamatan Singkep.
Mayat tersebut ditemukan dalam kondisi mengenaskan tanpa busana dan telah menimbulkan bau tak sedap yang menyengat.
Pihak kepolisian sudah berkoordinasi sejak kemarin dan saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan tim forensik dari Bid Dokkes Polda Kepri untuk memastikan penyebab kematian.
Kasat Reskrim Polres Lingga, Iptu Maidir, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait temuan tersebut.
“Lebih lanjut kami menunggu forensik dari Bid Dokkes dari Polda Kepri,” ujar Maidir saat dikonfirmasi kutipan.co pada Rabu (29/4/2026) pagi.
Ia menjelaskan, sekitar pukul 18.51 WIB, jenazah dievakuasi menggunakan kantong jenazah berwarna oranye di bawa ke RSUD Dabo Singkep. Dari hasil pemeriksaan awal, korban merupakan perempuan tanpa identitas.
Secara fisik, kata Iptu Maidir, kondisi jenazah sudah sangat memprihatinkan. Ditemukan keadaan luar tubuh lebam berwarna merah kebiruan pada bagian wajah dan leher, serta tubuh yang sudah kaku.
Selain itu, tubuh korban tampak kotor dengan bekas pasir yang menempel di hampir seluruh bagian tubuh sebab korban ditanam dan ditimbun dengan tanah.
Pada bagian kepala, leher, dan dada juga terlihat lebam yang cukup jelas.
Polisi juga menemukan sejumlah tanda lain yang mencurigakan, seperti mata melotot dan lidah tergigit. Dari hidung dan telinga korban, terlihat darah berwarna gelap yang keluar.
Kondisi pembusukan juga terlihat dari kulit yang mulai mengelupas serta perut yang membuncit. Pada tubuh korban juga ditemukan beberapa tanda khusus berupa tato.
Di antaranya, terdapat tato bertuliskan “Diana” pada lengan bawah kanan, tato bergambar jari tengah di lengan atas kiri, serta tato bergambar abstrak di bagian lengan kiri bawah.
Selain itu, kuku jari tangan korban terlihat diwarnai dengan cat kuku berwarna hitam. Dari hasil pemeriksaan luar sementara, polisi belum dapat memastikan penyebab kematian korban.
“Sebab kematian belum dapat disimpulkan, kita tunggu tim forensik,” kata Maidir.
Namun, berdasarkan kondisi tubuh, waktu kematian diperkirakan telah berlangsung antara dua hingga tujuh hari sebelum ditemukan.
Saat ini, pihak kepolisian masih menunggu hasil autopsi dari tim forensik untuk mengungkap penyebab pasti kematian serta mengidentifikasi korban.
Laporan: Dito Editor: Fikri




