KUTIPAN – Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Dabo Singkep menggelar Workshop Kehumasan Imigrasi se-Kepulauan Riau Tahun Anggaran 2026 di Cafe Tiga Berlian, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, Selasa (19/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat strategi komunikasi publik di lingkungan keimigrasian, khususnya menghadapi tantangan era digital yang berkembang sangat cepat.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Dabo Singkep, Patri La Zaiba, mengatakan perkembangan teknologi informasi saat ini menuntut fungsi kehumasan lebih adaptif, responsif, dan mampu membangun kepercayaan publik terhadap institusi imigrasi.
“Tema yang kita angkat pada kegiatan hari ini, yaitu Penguatan Strategi Kehumasan Imigrasi melalui Sinergi Ditjenim dan UPT dalam Membangun Citra Positif serta Pelayanan Publik di Era Digital, sangat relevan dan strategis dengan tantangan serta tuntutan zaman yang terus berkembang pesat,” kata Patri La Zaiba dalam sambutannya.
Menurutnya, derasnya arus informasi di era digital membuat penyebaran informasi berlangsung sangat cepat, baik informasi positif maupun informasi yang berpotensi memunculkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Karena itu, kehumasan imigrasi tidak lagi hanya berfungsi sebagai penyampai informasi semata, tetapi juga menjadi ujung tombak dalam membangun persepsi dan menjaga citra institusi.
“Sebagai garda terdepan pelayanan publik, fungsi kehumasan bukan lagi sekadar sebagai penyampai informasi, melainkan menjadi ujung tombak dalam membangun persepsi, menjaga kepercayaan publik, serta memperkuat citra positif institusi imigrasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan masyarakat kini tidak hanya menuntut pelayanan yang cepat dan transparan, tetapi juga membutuhkan penjelasan yang jelas terkait kebijakan dan fungsi strategis imigrasi dalam menjaga kedaulatan negara.
Dalam kesempatan itu, Patri La Zaiba juga menekankan pentingnya sinergi antara Direktorat Jenderal Imigrasi dengan seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) di daerah agar penyampaian informasi kepada publik tetap seragam dan akurat.
“Sinergi antara Direktorat Jenderal Imigrasi selaku pembuat kebijakan dengan Unit Pelaksana Teknis di daerah adalah kunci utama keberhasilan komunikasi publik,” ungkapnya.
Ia menambahkan, wilayah Kepulauan Riau memiliki karakteristik daerah perbatasan yang strategis secara geopolitik sehingga membutuhkan pengelolaan komunikasi publik yang kuat dan profesional.
Melalui workshop tersebut, seluruh peserta diharapkan dapat bertukar pengalaman dan strategi terbaik dalam menghadapi berbagai tantangan komunikasi publik di masing-masing wilayah kerja.
“Mari kita perbarui cara pandang dan metode kerja kehumasan kita agar lebih adaptif terhadap perkembangan media digital, lebih responsif terhadap keluhan masyarakat, dan lebih kreatif dalam mengemas informasi,” katanya.
Patri juga mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan workshop sebagai ruang diskusi dalam mencari solusi konkret terhadap berbagai tantangan kehumasan di lingkungan imigrasi.
Ia berharap hasil workshop dapat menjadi fondasi kuat dalam memperkuat peran kehumasan imigrasi agar semakin dipercaya masyarakat.
“Institusi imigrasi harus senantiasa hadir sebagai institusi yang terpercaya, profesional, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat,” tuturnya.
Laporan: Toni | Editor: Fikri




