
KUTIPAN – Sorotan warganet terhadap kondisi Sugih (13), remaja asal Pulau Senayang yang dirawat di RSUD Dabo Singkep, terus mengalir di media sosial akun Facebook, Lingga Pikiran Rakyat. Banyak pihak mempertanyakan keberadaan keluarga yang disebut-sebut tidak terlihat mendampingi Sugih selama menjalani perawatan.
Menanggapi hal tersebut, paman Sugih bernama Rosman, yang akrab disapa Among oleh warga Senayang, akhirnya angkat bicara. Ia memberikan penjelasan sekaligus pembelaan terkait tudingan bahwa Sugih dirawat tanpa pendamping keluarga.
Kepada media ini, Among mengaku tidak ikut mendampingi Sugih ke Dabo Singkep karena alasan tertentu.
“Saya enggak ikut ke Dabo Singkep karena ada anak saya di sana. Kapolsek juga kemarin sudah bilang kalau saya enggak ikut enggak apa-apa, karena ada anak saya di sana,” ujar Among pada Rabu (6/1/2026) dini hari.
Among menjelaskan, Sugih mulai jatuh sakit sejak 27 Desember 2025. Saat itu, keponakannya hanya menunjukkan gejala batuk dan kehilangan selera makan.
“Tanggal 27 itu Sugih cuma batuk dan enggak ada selera makan,” katanya.
Ia juga menyinggung penurunan berat badan Sugih yang menurutnya terjadi sejak beberapa waktu lalu.
“Badannya menurun semenjak disuntik Covid di sekolah,” ungkap Among.
Terkait latar belakang keluarga, Among mengaku tidak mengetahui keberadaan ayah kandung Sugih hingga kini. Sementara ibu Sugih disebut telah meninggal dunia.
“Saya enggak tahu soal bapaknya. Mama Sugih itu adik saya,” ujarnya.
Among menegaskan bahwa sejak ibu Sugih sakit hingga meninggal dunia, dirinya yang merawat Sugih.
“Semenjak mamanya sakit, saya yang rawat Sugih. Setelah mama meninggal, Sugih tinggal sama saya sampai sekarang,” kata Among.
Namun, kondisi di lapangan menunjukkan fakta berbeda. Saat Sugih dirawat di ruang rawat inap RSUD Dabo Singkep, tidak ditemukan anggota keluarga yang menjaga. Sugih diketahui hanya ditemani Iwan, warga Senayang yang membawanya dari Pulau Senayang menuju rumah sakit.
Sugih dirujuk ke RSUD Dabo Singkep pada Rabu malam (31/12/2025) menggunakan transportasi laut dengan pendampingan pihak Kelurahan Senayang bersama warga setempat. Saat tiba di rumah sakit, kondisinya dilaporkan lemas akibat kekurangan hemoglobin (Hb) dan sempat memerlukan transfusi darah.
Perkembangan kondisi Sugih mulai menunjukkan hasil positif. Pada Selasa (6/1/2026), pihak rumah sakit menyatakan Sugih sudah mampu duduk, berjalan, dan melakukan aktivitas ringan, meski masih dalam pemantauan medis.
Iwan, warga yang mendampingi Sugih, mengatakan kondisi remaja tersebut jauh membaik dibandingkan saat pertama kali dirujuk.
“Kondisinya sudah jauh lebih baik dibandingkan saat pertama kali dibawa, sudah bisa jalan dan turun dari ranjang tidur,” ujar Iwan saat ditemui sedang menjaga Sugih diruang rawat inap RSUD Dabo Singkep pada Selasa (6/1/2026) siang.
Dari pantauan media ini pada Rabu 7 Desember 2026, Sugih mendapat kunjungan dari Bimas Buddha Kemenag Lingga berjumlah 3 orang dan Iwan warga Senayang yang sempat diwawancarai watawan masih menjaga Sugih di ruang rawat inap RSUD Dabo Singkep.





