KUTIPAN – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Lingga hingga Mei 2026 tercatat mencapai 72 kasus. Dari jumlah tersebut, Kecamatan Singkep menjadi wilayah dengan jumlah kasus tertinggi.
Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Lingga, dr. Bukit Tua Rayanto Gultom mengatakan, dari total kasus yang ada, sebanyak 62 kasus berasal dari Kecamatan Singkep.
“Kasus DBD sampai bulan ini ada 72 kasus, didominasi 62 kasus di wilayah Kecamatan Singkep, sisanya ada di Daik dan Singkep Barat,” kata dr. Bukit saat diwawancarai di Kampung Baru, Desa Batu Berdaun, Kecamatan Singkep, Rabu (13/5/2026).
Ia menjelaskan, berdasarkan data Dinas Kesehatan PPKB Lingga, kasus DBD saat ini banyak menyerang anak-anak.
“Berdasarkan data kami, kasus DBD didominasi usia anak-anak,” ujarnya.
Untuk menekan penyebaran penyakit tersebut, Dinas Kesehatan bersama lintas sektor melaksanakan kegiatan gotong royong serentak di seluruh kecamatan melalui puskesmas masing-masing.
“Kegiatan ini serentak dilaksanakan di kecamatan-kecamatan lainnya se-Kabupaten Lingga melalui puskesmas dan lintas sektor,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat bersama petugas melakukan berbagai upaya pencegahan, mulai dari membersihkan lingkungan, menguras tempat penampungan air, membersihkan area genangan, hingga pemberantasan sarang nyamuk.
Menurut dr. Bukit, langkah pencegahan harus dimulai dari lingkungan rumah masing-masing. Ia mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan demi mencegah berkembangnya nyamuk penyebab DBD.
“Kita menstimulus, mengajak, dan mengimbau masyarakat agar sama-sama menjaga lingkungan, karena penyakit seperti demam berdarah disebabkan lingkungan yang kurang sehat,” katanya.
Ia berharap kegiatan gotong royong dan pemberantasan sarang nyamuk dapat menjadi agenda rutin masyarakat sehingga kasus DBD di Kabupaten Lingga dapat ditekan.
“Harapannya tidak terjadi lagi kasus demam berdarah. Ini juga menjadi perhatian masyarakat agar menjadi agenda rutin di tengah-tengah masyarakat,” tuturnya.
Pemerintah Kabupaten Lingga melalui Dinas Kesehatan juga terus mengingatkan masyarakat bahwa kesehatan lingkungan merupakan faktor utama dalam mencegah berbagai penyakit menular.
Laporan: Toni Editor: Fikri




