KUTIPAN – Kabupaten Lingga kembali menunjukkan potensinya sebagai salah satu daerah penghasil rumput laut di Provinsi Kepulauan Riau.
Rencana besar telah disusun dan dimulai oleh salah satu perusahaan yang telah puluhan tahun bergerak dibidang budidaya rumput laut, PT Kebula Raya Bestari menyebutkan, kedepan pihaknya tidak hanya fokus pada ekspor rumput laut kering.
PT Kebula Raya Bestari bahkan telah menyiapkan rencana jangka panjang untuk membangun industri pengolahan tepung karagenan berbahan dasar rumput laut di Pulau Lalang, Kecamatan Singkep Selatan.
Rencana tersebut disampaikan salah satu pengurus PT Kebula Raya Bestari saat berbincang dengan Bupati Lingga dan Wakil Bupati Lingga di Pulau Lalang, Kamis (30/4/2026).
Dalam perbincangan tersebut, pihak perusahaan menyebut hilirisasi industri rumput laut menjadi langkah penting untuk meningkatkan nilai ekonomi hasil budidaya masyarakat.
“Kita akan membangun industri kerajinan tepung karagenan yang nilainya bisa empat kali lipat dari harga rumput laut itu sendiri,” ujarnya dihadapan Bupati dan Wakil Bupati Lingga.
Ia menjelaskan, PT Kebula Raya Bestari mulai masuk berinvestasi di sektor rumput laut Pulau Lalang sejak November 2025 lalu.
Menurutnya, saat awal masuk investasi, pihaknya sempat menerima informasi bahwa rumput laut di wilayah Kepulauan Riau biasanya mengalami kerusakan pada periode akhir tahun hingga awal tahun.
“Kami start dari bulan November 2025 sampai hari ini April 2026, rumput laut dari Kepri yang informasinya biasanya dari bulan 11, 12 dan 1 terjadi rusak dan mati,” katanya.
Namun, kondisi tersebut justru tidak terjadi di Pulau Lalang. Hingga April 2026, perkembangan budidaya rumput laut di wilayah Pulau Lalang dinilai sangat baik dan terus menunjukkan peningkatan.
“Alhamdulillah dari bulan 11 sampai detik ini rumput laut di Pulau Lalang terus berkembang,” lanjutnya.
Menurut mereka, perairan laut Lingga khususnya di Pulau Lalang sangat baik dan potensial untuk budidaya rumput laut.
Tidak hanya berfokus pada produksi, PT Kebula Raya Bestari juga memberdayakan masyarakat sekitar dalam proses budidaya rumput laut.
Kehadiran perusahaan itu mendapat sambutan positif dari warga setempat karena mampu membuka peluang tambahan penghasilan bagi masyarakat, baik kaum ibu maupun bapak-bapak di Pulau Lalang.
Warga ikut terlibat mulai dari proses penanaman, perawatan hingga panen rumput laut. Aktivitas tersebut perlahan menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat pesisir di Kecamatan Singkep Selatan.
Dengan adanya rencana pembangunan industri tepung karagenan, diharapkan hasil rumput laut dari Lingga tidak lagi hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, melainkan memiliki nilai tambah melalui proses pengolahan industri.
Langkah tersebut juga dinilai dapat membuka lapangan pekerjaan baru dan memperkuat sektor ekonomi masyarakat pesisir di Kabupaten Lingga.
Laporan: Dito Editor: Fikri




