
KUTIPAN – Upaya cepat dan intensif yang dilakukan oleh Polrestabes Palembang membuahkan hasil gemilang dalam mengungkap kasus perampokan terhadap seorang sopir taksi online yang hampir kehilangan nyawanya. Dalam waktu 3 x 24 jam, pelaku berhasil ditangkap tanpa perlawanan di kediamannya.
Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Harryo Sugihhartono, dalam konferensi pers mengungkapkan bahwa peristiwa tragis ini terjadi pada Kamis (20/2/2025) sekitar pukul 05.00 WIB di Jalan Sosial, Kecamatan Sukarami, Palembang. Korban yang bernama R.S. (36) mengalami luka serius di bagian leher dan tangan setelah diserang oleh seorang penumpang yang berniat merampas kendaraannya.
Pelaku, M.R. (21), diketahui memesan taksi online menggunakan akun istrinya, O.I.R., dengan niat jahat yang sudah direncanakan sebelumnya. Ia membawa sebilah pisau dapur sebelum menumpangi mobil korban. Begitu mobil memasuki area sepi, pelaku langsung menyerang korban dari belakang. Meski dalam kondisi kritis, korban berhasil keluar dari mobil dan meminta pertolongan warga sekitar, yang segera membawanya ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang.
Setelah korban melarikan diri, pelaku membawa kabur mobil Daihatsu Sigra milik korban. Namun, berkat kerja cepat Satreskrim Polrestabes Palembang yang dipimpin Kasat Reskrim AKBP Yunar Hotma Parulian Sirait, S.I.K., didampingi Kanit Iptu S. Naibaho, serta tim Unit Pidum, pelaku berhasil diidentifikasi dan ditangkap di rumahnya di kawasan Maskarebet, Palembang.
Polisi juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa kendaraan korban, ponsel, serta pakaian yang dikenakan tersangka saat kejadian. Namun, pisau yang digunakan dalam aksi kejahatan tersebut masih dalam pencarian.
Dalam pemeriksaan, tersangka mengaku nekat melakukan aksi perampokan ini karena desakan ekonomi. Akibat perbuatannya, ia dijerat dengan Pasal 365 ayat (2) ke-1e dan ke-4e KUHP, yang mengancamnya dengan hukuman maksimal 12 tahun penjara, bahkan bisa seumur hidup atau hukuman mati.
Kasus ini menjadi pengingat bagi para pengemudi taksi online untuk selalu waspada terhadap penumpang yang mencurigakan dan pentingnya menjaga keamanan di sekitar lingkungan.