KUTIPAN – Kehadiran personel Pos Nume Satgas Pamtas RI-PNG Kewilayahan Yonif 136 Tuah Sakti di SD Inpres Onendu, Distrik Nume, Papua, menghadirkan suasana penuh semangat bagi para siswa.
Di tengah tugas menjaga keamanan wilayah perbatasan RI-PNG, para prajurit juga menunjukkan kepedulian terhadap dunia pendidikan dengan ikut membantu proses belajar mengajar di sekolah tersebut.
Kegiatan itu dipimpin langsung oleh Dantim Pos Nume, Sertu Jodi Nainggolan bersama 17 personel Satgas Yonif 136/TS. Suasana belajar berlangsung hangat dan penuh keceriaan bersama anak-anak Papua.
Tidak hanya memberikan materi pelajaran umum, para personel Satgas juga menanamkan nilai kedisiplinan, wawasan kebangsaan, hingga motivasi kepada para siswa agar terus semangat menggapai cita-cita.
Danpos Nume Satgas Yonif 136/TS Kapten Inf Akhmad Sultoni Yahya, S.Tr.Han., mengatakan kehadiran Satgas di lingkungan sekolah merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap pendidikan generasi muda Papua.
“Kami ingin kehadiran Satgas bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga memberi manfaat dan semangat bagi generasi muda Papua agar terus belajar dan meraih masa depan yang lebih baik,” ujar Kapten Inf Akhmad, Jumat (15/5/2026).
Menurutnya, pendidikan menjadi salah satu aspek penting dalam membangun masa depan anak-anak di wilayah perbatasan.
Kegiatan tersebut juga mendapat sambutan hangat dari pihak sekolah dan masyarakat sekitar. Kepala Sekolah SD Inpres Onendu, Yonus Mabel, S.Pd., mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan personel Satgas kepada para murid.
Ia menilai kehadiran prajurit TNI mampu meningkatkan motivasi belajar sekaligus membentuk kedisiplinan siswa di sekolah.
“Kami berterima kasih atas kepedulian personel Satgas yang sudah membantu memberikan semangat belajar dan kedisiplinan kepada anak-anak kami,” ungkap Yonus Mabel.
Di balik tugas menjaga wilayah negara, prajurit Yonif 136 Tuah Sakti membuktikan pengabdian tidak hanya soal keamanan, tetapi juga tentang berbagi ilmu, kepedulian, dan menyalakan harapan bagi anak-anak negeri di pelosok Papua.
Laporan: Yuyun Editor: Afrizal




