
KUTIPAN – Ketika matahari mulai terbenam di ufuk barat Kabupaten Karimun menjelang Ramadhan 1447 Hijriah, sebuah transformasi luar biasa bersiap menyelimuti kota.
Bukan sekadar rutinitas tahunan, Pemerintah Kabupaten Karimun tahun ini resmi meluncurkan rangkaian festival kolosal yang akan mengubah wajah “Bumi Berazam” menjadi galaksi cahaya dan kreativitas.
Tiga agenda utama, Festival Lampu Hias (Lampu Colok), Festival Kereta Hias, serta Lomba “Ini Sahur” 1447 H telah dipersiapkan untuk menjadi puncak perayaan kemenangan bagi masyarakat Karimun.
Festival Lampu Colok bukan lagi sekadar menyalakan pelita di depan rumah. Di tangan masyarakat Karimun, tradisi ini telah berevolusi menjadi instalasi seni arsitektural yang megah.
Tahun ini, Pemkab Karimun mengambil langkah berani dengan menghapus sistem zonasi. Artinya, seluruh wilayah kabupaten akan bertarung dalam satu arena besar, menciptakan kompetisi yang lebih kompetitif, masif, dan merata hingga ke pelosok desa.
Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa setiap sudut Karimun merasakan denyut nadi syiar Islam yang sama kuatnya.
Salah satu poin krusial yang menjadi sorotan dalam penyelenggaraan tahun ini adalah peningkatan signifikan nilai hadiah. Pemerintah daerah menyadari bahwa di balik kemegahan gapura lampu colok dan detail kendaraan hias, ada kerja keras, waktu, dan biaya swadaya yang tidak sedikit dari masyarakat.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Karimun, Muhammad Tahar, dalam keterangannya pada Selasa (20/1/2026) lalu menekankan bahwa peningkatan hadiah ini adalah bentuk penghormatan pemerintah terhadap semangat gotong-royong warga.
“Kami melihat betapa besarnya dedikasi masyarakat. Mereka tidak hanya membangun lampu, mereka membangun identitas daerah. Peningkatan hadiah ini adalah stimulus agar kreativitas tersebut tidak padam, justru semakin membara untuk menyemarakkan malam-malam penuh berkah di Karimun,” tutur Tahar dengan penuh optimisme.
Memasuki era digital tourism, Dinas Pariwisata Karimun tidak ingin tradisi ini hanya dinikmati secara luring. Melalui kolaborasi strategis dengan platform Ini Karimun, Lomba “Ini Sahur” direvitalisasi dengan konsep yang jauh lebih modern dan sharable.
Ahadian Zulseptriadi, Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata, menjelaskan bahwa strategi event-based tourism kini bertumpu pada kekuatan konten.
“Kita ingin dunia melihat bagaimana hangatnya sahur di Karimun dan betapa meriahnya malam takbiran kita. Dengan mengintegrasikan lomba ini ke media sosial, kita sedang membangun aset promosi digital jangka panjang. Ini adalah cara kita memperkenalkan Karimun sebagai destinasi wisata religi yang ramah, namun tetap memegang teguh akar budaya,” jelas Ahadian.
Festival ini adalah panggung bagi semua orang. Pemkab Karimun mengundang seluruh lapisan masyarakat, mulai dari remaja masjid yang energik, organisasi pemuda yang kreatif, hingga komunitas seni untuk mengambil peran dalam sejarah ini. Pendaftaran telah dibuka secara luas melalui jalur digital maupun konvensional.
Para peserta bisa mendaftar melalui kanal digital, follow dan akses melalui akun Instagram resmi @DinasPariwisataKarimun. Selain itu juga bisa mengunjungi langsung Kantor Kecamatan terdekat untuk mendapatkan brosur dan formulir pendaftaran resmi.
Dinas Pariwisata juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para influencer, pegiat media sosial, dan awak media yang terus konsisten menjadi corong kebaikan bagi pariwisata Karimun.
Mari kita bersiap. Jadikan Ramadhan dan Idulfitri 1447 H bukan hanya sebagai momen ibadah, tetapi juga sebagai bukti bahwa di Kabupaten Karimun, tradisi dan modernitas bisa berdansa dalam satu harmoni yang indah.
(Ami)





