KUTIPAN – Sebanyak 20 warga Kabupaten Lingga yang mengikuti ekspedisi menuju kawasan Air Terjun Jelutung, Desa Mentuda, sempat dilaporkan belum kembali hingga Sabtu (16/5/2026) malam.
Laporan tersebut pertama kali diterima Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Lingga dari pihak keluarga peserta ekspedisi.
Diketahui, ekspedisi bertajuk Jelutung 3D2N itu dimulai sejak Kamis (14/5/2026) dengan rute perjalanan menuju Air Terjun Ranoh dan Air Terjun Sepanjang yang berada di kawasan pedalaman Desa Mentuda.
Kepala BPBD Kabupaten Lingga, Oktanius Wirsal mengatakan, rombongan pendaki seharusnya sudah kembali pada Sabtu sore sekitar pukul 15.00 WIB.
Namun hingga pukul 22.30 WIB, pihak keluarga mengaku belum mendapatkan informasi dari rombongan tersebut.
“Pendakian ke Air Terjun Jelutung pada hari Kamis lalu 14 Mei 2026 dan seharusnya kembali hari ini 16 Mei 2026 pukul 15.00, namun hingga pukul 22.30 masih belum dapat informasi dari rombongan tersebut,” kata Oktanius Wirsal saat dikonfirmasi kutipan.co, Minggu (17/5/2026) pagi.
Menurut Oktanius, kegiatan ekspedisi tersebut juga tidak memiliki pemberitahuan resmi kepada pemerintah desa maupun pihak terkait lainnya.
“Daftar nama rombongan dan pemberitahuan kegiatan tersebut tidak ada. BPBD sudah koordinasi dengan Kades Mentuda dan kepala dusun,” ujarnya.

Berdasarkan jadwal perjalanan, pada hari pertama rombongan berkumpul di Mala sebelum berangkat menuju Penarek dan Kampung Jelutung.
Setelah itu, peserta memulai hiking menuju Air Terjun Ranoh dan mendirikan tenda di lokasi.
Kemudian pada hari kedua, peserta melakukan trekking menuju Air Terjun Sepanjang sebelum kembali turun pada hari ketiga.
Rombongan dijadwalkan tiba kembali di Penarek pada Sabtu pukul 15.00 WIB.
Mendapat laporan dari masyarakat, tim gabungan langsung melakukan koordinasi untuk melakukan langkah respons cepat.
Tim gabungan yang disiapkan terdiri dari unsur Koramil, Pos AL Buton, Polsek, BPBD, relawan Perpetual hingga tenaga kesehatan.
“Tim rencana akan berangkat pukul 14.00 WIB terdiri dari Koramil 1 orang, Pos AL Buton 1 orang, Polsek 3 orang, BPBD 4 orang, Perpetual 2 orang, unsur kesehatan 2 orang total jumlah 12 orang,” jelasnya.
Tim tersebut juga membawa perlengkapan keselamatan dan tali-temali untuk mengantisipasi kondisi di lapangan.
Titik kumpul pencarian berada di Pelabuhan Penarik dan tim direncanakan menuju lokasi menggunakan pompong.
Selain itu, pihak BPBD juga terus memantau kondisi cuaca serta perkembangan informasi dari masyarakat sekitar.
Pertemuan koordinasi tersebut turut dihadiri Kapolsek Daik, perwakilan Koramil, BPBD dan relawan Perpetual.
Beruntung, menjelang siang pada Minggu (17/5/2026), BPBD akhirnya mendapatkan kabar terkait rombongan pendaki tersebut.
“Alhamdulillah menjelang siang, tim sudah dapat info dan tim akan menunggu di Penarik dengan pihak kesehatan dari puskesmas,” tutur Oktanius.
Laporan: Redaksi Editor: Fikri




