
KUTIPAN – KM Polo kapal berjenis cargo yang ditemukan terdampar di perairan Pulau Pekajang Besar, Kabupaten Lingga menyimpan potensi bahaya serius bagi masyarakat.
Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Dabo Singkep mengimbau warga agar tidak mendekati kapal tersebut karena alasan keselamatan dan kesehatan.
Danlanal Dabo Singkep, Letkol Laut (P) Hendro Wicaksono, M.Tr.Opsla, menegaskan bahwa hasil pendalaman tim di lapangan menunjukkan adanya muatan berbahaya di dalam kapal.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mendekati kapal tersebut. Setelah dilakukan pendalaman oleh tim kami, di dalam kapal terdapat muatan berupa daging yang hampir dipastikan dalam kondisi busuk,” ujar Hendro saat diwawancarai di Mako Lanal Dabo Singkep, Jumat (2/1/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut ditandai dengan bau menyengat yang tercium kuat dari dalam kontainer yang berada di kapal. Bau tersebut menjadi indikasi kuat bahwa muatan daging sudah tidak layak dan berpotensi menimbulkan dampak kesehatan serius.
“Ini ditandai dengan adanya bau yang cukup menyengat. Tentunya ada konsekuensi kesehatan yang dapat ditimbulkan jika masyarakat memaksakan diri untuk mendekati kapal tersebut,” jelasnya.
Tak hanya daging busuk, bahaya lain juga ditemukan di sekitar area palka kapal. Hendro mengungkapkan adanya genangan oli yang bercampur dengan air di sekitar kontainer.
“Di sekitar kontainer yang berada di dalam palka juga banyak terdapat genangan oli yang bercampur air. Ini tentu membawa dampak kesehatan bagi masyarakat apabila tetap mendekati kapal,” katanya.
Selain faktor muatan berbahaya, kondisi cuaca juga menjadi perhatian serius. Wilayah perairan Pekajang saat ini tengah memasuki musim utara dengan ketinggian gelombang yang cukup ekstrem.
“Cuaca di daerah sekitar Pekajang dan Dabo pada umumnya sedang memasuki musim utara, dengan gelombang berkisar antara 1 hingga 4 meter,” ujar Hendro.
Dari hasil pemeriksaan sementara, KM Polo diketahui membawa total 10 kontainer. Rinciannya, lima kontainer berisi daging, satu kontainer dalam kondisi terbuka berisi tali dan karung, serta empat kontainer lainnya dalam keadaan kosong.
Pihak Lanal Dabo Singkep menegaskan akan terus melakukan pengawasan serta langkah-langkah pengamanan guna mencegah warga mendekati kapal demi menghindari risiko kesehatan maupun kecelakaan laut.





