KUTIPAN – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI dikabarkan akan segera membangun Unit Sekolah Baru (USB) SMA Boarding School di wilayah Singkep Pesisir, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau pada tahun 2026.
Pembangunan sekolah berasrama tersebut merupakan hibah kepada Perserikatan Muhammadiyah yang nantinya akan dikelola oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Lingga melalui Pimpinan Wilayah Muhammadiyah.
Informasi itu disampaikan Ketua PDM Lingga, Drs Junaidi M.Pd usai pertemuan bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti, di Batam, Selasa (12/5/2026).
Junaidi mengatakan pembangunan sekolah tersebut menjadi kabar baik bagi masyarakat hinterland di Kabupaten Lingga yang selama ini mengalami keterbatasan akses pendidikan.
“Alhamdulillah tahun 2026 ini Kemendikdasmen segera membangun Unit Sekolah Baru (USB) SMA yang branding-nya Boarding School atau sekolah berasrama,” kata Junaidi melalui keterangan tertulisnya kepada kutipan.co.

Menurutnya, kehadiran SMA Boarding School itu menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Lingga.
Terutama bagi anak-anak di wilayah kepulauan dan hinterland agar dapat memperoleh pendidikan umum berbasis keagamaan secara lebih mudah dan terintegrasi.
“Hal ini sebagai upaya untuk meningkatkan SDM Kabupaten Lingga dan IPM khususnya anak-anak hinterland agar mereka bisa mendapatkan pendidikan umum yang berbasis keagamaan,” ujarnya.
Ia menambahkan, sekolah tersebut nantinya diharapkan mampu mencetak generasi muda yang religius, berkarakter, dan memiliki ilmu pengetahuan yang baik.
“Tentunya akan melahirkan generasi yang religius, berkarakter dan berilmu,” lanjutnya.
Rencananya, USB SMA Boarding School tersebut akan dibangun di wilayah Singkep Pesisir dengan luas lahan lebih dari 9.000 meter persegi.
Sekolah itu juga akan dilengkapi fasilitas representatif untuk mendukung proses pendidikan berbasis asrama dan kurikulum terpadu.
Junaidi menyebut berdirinya sekolah tersebut menjadi jawaban bagi masyarakat Singkep Pesisir dan wilayah hinterland Lingga yang selama ini kesulitan mengakses pendidikan menengah berkualitas.
“Berdirinya SMA ini nantinya tentu sebagai jawaban untuk masyarakat Singkep Pesisir khususnya dan masyarakat hinterland di Lingga umumnya yang secara aksesibilitas sulit terjangkau,” katanya.
Selain itu, sekolah tersebut akan mengusung konsep pendidikan terintegrasi dengan branding Global Islamic Boarding School.
“Untuk mendapatkan pendidikan terintegrasi dengan kurikulum terpadu dengan branding Global Islamic Boarding School,” tuturnya.
Laporan: Ino/Dito Editor: Husni




