KUTIPAN – Kasus pembunuhan wanita muda bernama Syafitriyana di Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, kembali mengungkap fakta baru.
Polisi menemukan sebuah surat curhatan yang diduga ditulis korban sebelum tewas dibunuh oleh suami sirinya, Zakaria alias Jaka.
Dalam surat tersebut, korban mengungkap perasaan sedih, stres hingga merasa tidak diberikan kebebasan selama menjalani hubungan dengan pelaku.
Kapolres Lingga Pahala Martua Nababan mengatakan surat itu ditemukan di kamar korban, usai korban ditemukan terkubur dangkal di Setajam, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga.
“Kita menemukan barang bukti di kamar dari si pelaku dan korban ada semacam curhatan, bagaimana perasaan dari si korban selama ini, bahwa dia merasa terintimidasi, tidak diberikan kebebasan, tidak diberikan keluar rumah,” ujar AKBP Pahala Martua Nababan usai rekonstruksi, Senin (18/5/2026).
Meski begitu, polisi belum memperlihatkan surat tersebut kepada tersangka karena masih menjadi bagian dari barang bukti penyidikan.
“Jaka belum kita perlihatkan isi surat itu karena isi surat itu sudah kita amankan, nanti bila perlu akan kita sesuaikan permasalahan yang sesungguhnya kita kaitkan dengan isi surat,” kata AKBP Pahala.
Isi Curhatan Korban Bikin Pilu
Dalam isi surat yang ditemukan polisi, Syafitriyana berkali-kali mengungkapkan rasa kesepian dan kelelahan memendam perasaannya sendiri.
“Sumpah yank Aku stres mikirin ini semua sendiri,” tulis korban.
Korban juga mengaku selama ini hanya berpura-pura kuat meski merasa sakit hati dan tidak diperhatikan.
“Aku capek yang pura-pura kuat yank. Aku juga pengen didengerin, dingertiin, diperhatiin,” isi surat tersebut.
Tak hanya itu, korban merasa pelaku lebih peduli terhadap orang lain dibanding dirinya.
“Ayank mikir kesedihan orang, tapi apa Ayank mikirin sedih Aku, sakit Aku, kesepian Aku, stres Aku,” tulis korban lagi dalam penggalan surat itu.
Pada bagian penggalan lain surat, korban juga meminta pelaku memahami kondisi dirinya yang merasa kesepian dan membutuhkan perhatian.
“Aku cuma minta perhatian Ayank kok cuma minta waktu Ayank aja,” isi curhatan tersebut.
Ditemukan Terkubur Dangkal
Untuk diketahui, Syafitriyana ditemukan warga dalam kondisi terkubur dangkal di samping rumah kosong di kawasan Setajam, dekat SMA Negeri 2 Singkep pada Selasa (28/4/2026) sore.
Hasil autopsi yang dilakukan di TPU Telek, Kecamatan Singkep, pada Kamis (30/4/2026), menunjukkan korban meninggal akibat patahnya tulang lidah yang menyebabkan mati lemas.
Setelah kejadian, tersangka Zakaria alias Jaka melarikan diri ke Pulau Jawa.
Polisi akhirnya berhasil menangkap pelaku di dalam bus yang hendak menuju Ponorogo, Jawa Timur, saat berada di Kabupaten Lumajang pada Jumat (8/5/2026).
Tersangka kemudian dibawa ke Lingga dari Batam pada Selasa (12/5/2026).
Motif Cemburu Buta
Berdasarkan hasil penyelidikan polisi, motif pembunuhan dipicu rasa cemburu pelaku terhadap adik kandung korban berinisial BS.
Pelaku Zakaria alias Jaka yang berusia 43 tahun disebut merasa cemburu hingga akhirnya nekat menghabisi nyawa korban yang merupakan istri sirinya.
Polisi juga mengungkap bahwa pelaku merupakan residivis kasus pembunuhan terhadap istri pertamanya di masa lalu.
Laporan: Seka | Editor: Fikri




