
KUTIPAN – Setiap tanggal 2 Januari kini menjadi momen bersejarah bagi jajaran Kepolisian Republik Indonesia, khususnya bagi keluarga besar Intelijen Polri.
Tanggal ini ditetapkan sebagai Hari Jadi Fungsi Intelijen Polri, berdasarkan Keputusan Kapolri Nomor: KEP/341/II/2025 tanggal 19 Februari 2025.
Penetapan ini menjadi bentuk pengakuan resmi terhadap kiprah panjang Intelijen Polri yang telah menjadi bagian penting dari institusi kepolisian sejak berdirinya Jawatan Kepolisian Negara Republik Indonesia pada 2 Januari 1946.
Sejak saat itu, fungsi intelijen telah menjadi elemen strategis dalam menjaga keamanan nasional dan ketertiban masyarakat di tengah dinamika bangsa.
Keputusan ini berawal dari Keputusan Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Baintelkam) Polri Nomor: KEP/140/X/2024 tanggal 31 Oktober 2024 tentang rencana kerja, serta diperkuat dengan Surat Perintah Tugas Kepala Baintelkam Polri Nomor: Sprin/425/II/IPP.3.1.16/2025 tanggal 13 Februari 2025 yang menugaskan pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) terkait penentuan Hari Jadi Intelijen Polri.
FGD tersebut berlangsung pada Senin, 17 Februari 2025, pukul 09.00–13.15 WIB, dengan menghadirkan sejumlah narasumber dan perwakilan fungsi intelijen di jajaran kepolisian. Dari hasil diskusi dan penelusuran sejarah, tanggal 2 Januari 1946 dipilih sebagai momen paling tepat untuk ditetapkan sebagai Hari Jadi Intelijen Polri.
“Penetapan tanggal ini memiliki makna sejarah yang mendalam. Momentum tersebut merefleksikan aksi intelijen heroik dalam mengawal simbol negara, yaitu Presiden dan Wakil Presiden, di tengah situasi revolusi kemerdekaan. Peristiwa itu mencerminkan nilai jiwa korsa, strategi, serta pengabdian tinggi yang menjadi inspirasi bagi generasi intelijen masa depan,” ujar Kasat Intelkam Polres Natuna, AKP Suranta Surbakti, saat Gelar Baksos peringatan Hari Jadi Intelijen Polri Ke-80 di wilayah hukum Polres Natuna. Jumat, (02/01/2026).
AKP Suranta menambahkan, peringatan Hari Jadi Intelijen Polri ke-80 menjadi momentum penting untuk memperkuat arah pengembangan intelijen Polri ke depan.
“Kami berharap fungsi intelijen Polri ke depan semakin berfokus pada profesionalisme, modernisasi, transparansi, serta peningkatan kepercayaan publik. Keempat hal ini menjadi pondasi utama dalam menjaga keamanan dan ketertiban nasional secara berkelanjutan,” ujarnya.
Dengan semangat peringatan ini, Intelijen Polri diharapkan terus menjadi garda terdepan dalam mendeteksi dan mencegah berbagai potensi ancaman, serta tetap menjadi sumber informasi yang akurat, cepat, dan dapat dipercaya demi terwujudnya keamanan dan ketertiban di seluruh Indonesia.





