
KUTIPAN – Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Lingga Unit Dabo Singkep menghadapi berbagai kendala teknis saat menjalankan tugas pemadaman kebakaran.
Salah satu kendala utama yang dihadapi adalah kondisi mobil pemadam kebakaran yang mengalami kerusakan pada bagian pompa, sehingga tidak dapat digunakan secara optimal saat bertugas.
Komandan Regu Damkar Lingga Unit Dabo Singkep, Ikmal Hakim, mengungkapkan kondisi tersebut saat diwawancaai tekait kendala yang sering dihadapi ketika melakukan upaya pemadaman kebakaran yang belakangan ini kerap terjadi.
“Keadaan sekarang mobil kita dalam keadaan rusak, pompanya tidak bisa kita hidupkan, jadi sementara ini kita pakai mesin robin,” kata Ikmal Hakim usai melakukan pemadaman kebakaran yang terjadi di Bukit Asam, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, Senin (16/2/2026).
Menurutnya, kerusakan pompa pada mobil pemadam menjadi hambatan serius karena pompa merupakan komponen utama dalam proses distribusi air untuk memadamkan api.
Tidak hanya itu, Damkar Lingga Unit Dabo Singkep juga menghadapi kendala lain berupa kebocoran pada selang pemadam yang digunakan saat operasi di lapangan.
“Selain itu, selang kita mengalami kebocoran sangat banyak sekali dan mobil Damkar kita mengalami kerusakan pompa,” lanjutnya.
Kondisi ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi petugas Damkar, mengingat peralatan merupakan faktor penting dalam menunjang kecepatan dan efektivitas penanganan kebakaran.
Meski dihadapkan dengan berbagai keterbatasan peralatan, Damkar Lingga Unit Dabo Singkep tetap berupaya memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

Petugas tetap bergerak cepat setiap kali menerima laporan kebakaran, meskipun harus menggunakan mesin robin sebagai alternatif untuk membantu proses pemompaan air.
Sejak awal tahun 2026 hingga Februari 2026, kata Ikmal Hakim tercatat sekitar belasan laporan kebakaran di wilayah Singkep. Tingginya frekuensi kejadian kebakaran tersebut semakin menguji kesiapan dan ketangguhan petugas Damkar dalam menjalankan tugas.
Dalam setiap kejadian, petugas tetap mengedepankan respons cepat untuk meminimalisir dampak kebakaran dan mencegah api meluas ke area lainnya.
Upaya tersebut, kata Ikmal Hakim bukti komitmen Damkar Lingga dalam memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat, meskipun harus bekerja dengan kondisi peralatan yang tidak sepenuhnya optimal.
Dalam proses pemadaman kebakaran, petugas Damkar tidak bekerja sendiri. Sejumlah pihak turut membantu, termasuk aparat kepolisian dan petugas PDAM Lingga.
Dari pantauan dilapangan Polisi turut membantu memadamkan api dengan upaya sebisanya, ada yang menggunakan dahan pohon memukul-mukul api yang merambat kecil kearea semak-semak, ada juga membantu menarik selang Damkar.
Sementara itu, petugas PDAM Lingga turut berperan penting dalam mendukung distribusi air ke mobil pemadam kebakaran di lokasi kejadian kebakaran.
Kehadiran berbagai pihak tersebut sangat membantu mempercepat proses pemadaman, terutama di tengah keterbatasan peralatan yang dihadapi petugas Damkar.
Kolaborasi antarinstansi ini menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan kebakaran dapat ditangani dengan cepat dan efektif.
Dengan tingginya jumlah laporan kebakaran sejak awal tahun 2026, kondisi peralatan Damkar yang mengalami kerusakan menjadi perhatian penting.
Kesiapan peralatan yang memadai sangat dibutuhkan untuk menunjang efektivitas kerja petugas di lapangan, terutama dalam situasi darurat seperti kebakaran.





