
KUTIPAN – Ada masa ketika belanja ke warung terasa seperti sedang diuji iman. Harga naik sedikit demi sedikit, tapi penghasilan tetap segitu-gitu saja. Beras makin mahal, minyak goreng tak lagi ramah dompet, gula mulai bikin mikir dua kali. Di saat seperti ini, sebagian orang cuma bisa menarik napas panjang, berharap minggu depan keadaan membaik meski sering kali harapan itu cuma numpang lewat.
Di tengah kondisi ekonomi yang serba pas-pasan itulah, sejumlah polisi di Lingga memilih melakukan hal yang tidak biasa. Bukan operasi besar-besaran, bukan juga razia dadakan. Mereka justru datang dengan pakaian biasa, menyusuri gang-gang di Dabo Singkep, membawa beras, minyak goreng, gula, dan sarden. Tidak ribut. Tidak pula mencari sorotan. Mereka datang, mengetuk pintu, lalu menyerahkan bahan pokok makanan.
Setiap Jumat, kegiatan ini rutin dilakukan oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Lingga. Bukan program musiman, bukan pula aksi simbolik. Ini sudah jadi kebiasaan.
Kasat Reskrim Polres Lingga, IPTU Maidir, menjelaskan bahwa kegiatan berbagi sembako tersebut memang diniatkan untuk membantu warga yang benar-benar membutuhkan.
“Setiap Jumat, berbagi rejeki kepada warga yang membutuhkan,” ujar IPTU Maidir singkat, Jumat pagi (2/1/2026).
Yang menarik, aksi polisi ini nyaris tak pernah terdengar gaungnya. Tidak ada pengeras suara. Tidak ada spanduk. Tidak ada wartawan yang diajak khusus buat meliput. Polisi-polisi itu datang dengan pakaian bebas, menyapa seadanya, menyerahkan sembako, lalu pergi.
Dari pantauan di lapangan, mereka tak selalu mendatangi rumah warga. Kadang, bantuan justru diberikan di jalan. Seorang pria paruh baya yang sedang berjalan, tiba-tiba dihentikan. Bukan karena melanggar aturan. Tapi karena hendak diberi beras dan satu kantong plastik hitam berisi kebutuhan pokok.
Seorang warga Singkep yang menyaksikan langsung kejadian itu mengaku cukup terkejut, sekaligus terharu.
“Saya lihat sendiri polisi berpakaian biasa menghentikan seorang bapak. Dikasih beras dan satu kantong kresek hitam,” kata warga tersebut.
Menurutnya, aksi seperti ini bukan kejadian langka. Hampir setiap Jumat pagi, ia kerap melihat pemandangan serupa.
“Bukan sekali ini. Hampir tiap Jumat saya lihat mereka bagi-bagi sembako,” tambahnya.
Di saat banyak bantuan sosial sibuk dengan administrasi dan dokumentasi, aksi kecil Satreskrim Polres Lingga ini justru bergerak senyap. Tidak mengklaim apa-apa. Tidak pula sibuk membangun citra.
Mungkin memang begini seharusnya kehadiran negara dirasakan. Tidak selalu lewat pidato panjang atau baliho besar. Kadang cukup lewat sekantong beras, di hari Jumat, dari orang yang datang tanpa seragam.





