
KUTIPAN – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lingga membiayai seluruh proses penyelenggaraan jenazah tanpa identitas yang belum lama ini ditemukan di wilayah Lingga Utara.
Jenazah tersebut akhirnya dapat dimakamkan secara layak sesuai syariat Islam pada Senin lalu berkat kerja sama lintas instansi di Kabupaten Lingga.
Ketua Baznas Lingga, Ruslan mengatakan, proses penanganan jenazah melibatkan banyak pihak, mulai dari tenaga medis hingga unsur keagamaan dan aparat.
Proses tersebut melibatkan RS Encik Maryam, Lurah Daik, Polsek Daik, MUI Lingga, serta KUA Lingga.
Menurut Ruslan, langkah tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab sosial keumatan yang menjadi perhatian Baznas Lingga.
“Baznas Lingga selalu siap memberikan peran & kontribusi untuk kemaslahatan umat selagi kami mampu,” kata Ruslan pada Kamis (5/2/2026).
Ia juga menegaskan bahwa apa yang dilakukan merupakan bagian dari pelaksanaan kewajiban kolektif umat Islam sebagaimana disampaikan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lingga.
“Seperti di sampaikan oleh MUI Lingga bahwa penyelenggaraan fardhu kifayah ini adalah kewajiban kolektif umat IsIam,” kata Ruslan.
Ruslan menuturkan, sumber dana yang digunakan dalam kegiatan sosial kemanusiaan seperti ini sangat bergantung pada kesadaran masyarakat yang telah memenuhi syarat wajib zakat.
“Sumber dana yang ada pada kami sangat bergantung kesadaran yang tinggi dari orang-orang kaya yang sudah sampai nishob zakat nya untuk berzakat ke Baznas dan itu sangat di tentukan dari gerakan yang tak pernah kenal lelah dari amil/amilat baznas Lingga yang bertungkus lumus bergerak,” kata Ruslan.
Ia pun mengajak masyarakat yang telah memenuhi nisab untuk menunaikan zakat melalui Baznas sebagai lembaga resmi negara.
“Jadi kami sangat berharap kepada semua orang-orang kaya di Lingga ini berzakat & berinfaq lah ke Baznas sebagai Amil resmi Negara,” kata Ruslan.
Ruslan juga mengingatkan pentingnya kesadaran spiritual dalam mengelola harta.
“Keluarkan harta mu karena perintah Allah sebelum Allah keluar kan juga dengan cara Allah. Ini penting utk sama-sama kita pahami. Agar umat jangan sampai ada hak orang miskin yang kita makan dan gunakan untuk kebutuhan keluarga kita, nanti akan hilang barokah harta kita,” kata Ruslan.
Ia menambahkan, jangan sampai masyarakat gemar bersedekah sunnah namun mengabaikan kewajiban zakat.
“Jangan sampai kita rajin bersedekah tapi enggan berzakat padahal sudah sampaikan nishob nya,” kata Ruslan.
“Kalaulah berinfaq (sunnat) aja begitu banyak fadilah nya terus gimana kalau kita tunaikan zakatnya (fardhu),”
Menurutnya, manfaat zakat yang dikelola Baznas sangat dirasakan masyarakat luas.
“Berzakat ke Baznas sangat banyak kemanfaatan yang dapat dirasakan oleh umat,” kata Ruslan.
Ruslan juga menyoroti potensi dana infak yang dihimpun di masjid-masjid setiap Jumat agar bisa dimanfaatkan untuk kondisi darurat, termasuk penyelesaian jenazah tanpa identitas.
“Semestinya dana infaq yang dikumpulkan di masjid-masjid setiap Jumat itu juga bisa di manfaat untuk hal-hal darurat seperti penyelesaian jenazah tanpa identitas seperti ini,” kata Ruslan.
Ia menegaskan bahwa kepedulian sosial tidak hanya menjadi tanggung jawab Baznas semata.
“Jadi tidak hanya Baznas tapi banyak lembaga yang bisa kita jadi garda terdepan penopang kebutuhan umat,” kata Ruslan.





