
KUTIPAN – Keluarga seorang pasien pengguna layanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BJPS Kesehatan kecewa atas dugaan diskriminasi yang diberikan oleh pihak RSUD Natuna.
Pasien diminta pulang dalam kondisi yang dianggap belum stabil oleh salah sorang dokter bedah sehingga narasi tersebut menyinggung perasaan keluarga pasien.
Kisah ini diceritakan oleh Afrizal (32), warga Ranai Kota, Kecamatan Bunguran Timur. Dia mengatakan, jika ibunya di diagnosa penyakit diabetes dan mengalami infeksi sehingga dilakukan operasi pada Selasa, 24 Februari 2025 lalu.
Usai dilakukan operasi, pasien pun dilakukan rawat inap di ruang inap bedah selama 3 hari. Tepatnya pada 27 Februari 2025, pasien diminta pulang dengan alasan pasien tidak mengalami demam dan harus dilakukan rawat jalan.
Padahal saat itu, kelurga pasien sempat meminta kebijakan dari Dokter, karena secara kasat mata sang pasien dinilai masih membutuhkan pelayanan dan dikhawatirkan semakin kritis, namun sang Dokter tetap kekeh atas keputusannya.
“Padahal luka pasca operasi ibu saya belum sembuh, dan gula darahnya menurun hingga 80. Kemudian ibu saya juga ada riwayat syaraf kejepit. Jangankan untuk pulang, bergerak saja ibu saya merasakan sakit, tetapi ini kenapa malah diminta pulang”, ujarnya. Jum’at, (28/02).
Sementara Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Natuna, Asyir Annur menyatakan, sebenarnya program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tidak ada pembatasan lama rawat inap. Pasien JKN dapat menjalani perawatan di rumah sakit hingga dinyatakan sembuh.
Ia pun membantah anggapan jika BPJS Kesehatan memberikan batasan waktu tertentu rawat inap di rumah sakit kepada peserta yang selama ini menjadi keluhan di masyarakat.
“Terkait pembatasan, tidak ada pembatasan hari rawat dari BPJS Kesehatan pak. Hanya saja pelayanan pasien sesuai dengan indikasi medis, dan yang menentukan pasien sudah boleh pulang atau belum adalah Dokter penanggung jawab pasien”, pungkasnya. (Zal).